Assalamualaykum....warahmatullahi.. wabarakatuh......
Porsi... Nilai diri orang lain
Porsi kemuliaan kita bisa ditentukan dengan kerendahan hati dan penghargaan terhadap orang lain...
Anggap saja seperti termometer, yang menunjukkan pengukuran berbeda sesuai tempat dan jenisnya... Kemuliaan tidak berlaku sama pada setiap orang. Kemuliaan yang terbaik adalah di sisi Allah SWT. Amiin....
Bukan hanya sebatas baris-basir di atas. Kemuliaan, sungguh kata yang manusiawi untuk kita idam-idamkan.
Tidak salah jika banyak cara kita meraih status itu. Banyak bentuk ekspresi secara verbal dari kemuliaan, seperi diistimewakan, dihargai, dispesialkan, layak dipuji-puji... hmm tak usahlah kita sebutkan semuanya.
Kerendahan hati...seperti dalam hadis dibawah.
الْكَرَمُ التَّقْوَى، وَالشَّرَفُ التَّوَاضُعُ، وَالْيَقِيْنُ الْغِنَى
Kedermawanan adalah ketakwaan, kemuliaan adalah tawadhu‘ dan keyakinan adalah kekayaan.
(HR Ibnu Abi Dunya dan Hakim)
Dengan sifat itu akan membuat kesombongan jauh-jauh dari diri kita.
Selarah dengan hadis Ibnu Abi Dunya dan Hakim, jika kita menambah porsi kerendahan hati kita insyaallah porsi kemuliaan kita juga semakin besar. Amin...
Penghargaan terhadap orang lain...
Dengan rendah hati, kita dapat menentukan nilai yang tinggi kepada orang lain.
Terciptalah penghargaan yang baik pada orang lain.
Dengan kesmbongan, akan terbentuk jalan-jalan untuk merendahkan diri orang lain.
Menghargai, dapat dijadikan senjata untuk melawan kesombongan yang menumpuk dalam diri kita.
Al- Luqman 18
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Artinya : "Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena kesombongan) dan jangan lah berjalan dimuka bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."
Coba saja jika kita melihat jika makin tua padi tak merunduk juga...Berisikah butir-butirnya???
Mungkin seperti itulah cerminan kita dalam keseharian. Semakin membanggakan dan menyombongkan diri menunjukkan ringannya timbangan kualitas diri hingga tidak bisa membuat batang padi tua tak merunduk.
Tenanglah, jika hari ini tidak kita dapat penghargaan diri yang baik percayalah Allah SWT masih memiliki penghargaan yang jauh lebih tinggi esok dan seterusnya.
"Termometer dan Padi" seperti itulah gambar porsi kemuliaan menurut saya. Tinggi dan berisinya porsi kemuliaan kita ditentukan dari pembangunan karakter pribadi kita.
Seseorang tidak akan menjadi orang lain sebaik orang lain itu secara utuh. begitu juga orang lain tidak akan bisa utuh menjadi kita. Tapi kita selalu diberi kesempatan utnuk menjadi lebih baik. Amin....
Wa'alaykumsalam....warahmatullahi.. wabarakatuh......




0 komentar:
Posting Komentar