CATATAN REINGKARNASI 2



0 komentar
Sejarahnya, kenapa generai kami dipercaya untuk menyiapkan pemimpin pemimpin di Garut dan Pekalongan?

Dahulu ayah dari kakek empat generasi yang lalu adalah seorang tangan kanan dari raja Pekalongan. Yang juga bernama Panji.

Konon raja Garut memiliki seorang putri tunggal. Retno Ajeng namanya. Puteri keturunan sunda. Namun watak dan tatakramannya tak menyerupai perempuan sunda. Mirip prajurit malah, pandai berkuda, panahan, adu cepat lari. Mengesankan.

Untuk menyiapkan watak perempuan sundanya Raja Agung Amerta mengadakan sayembara. Yang menang berhak memperistri Puteri Ajeng. Banyak pemuda yang datang. Namun belum satupun bisa menakhlukan tantangan sayembara raja.

Ada 3 tantangan untuk memenangkan sayembara itu, pertama beradu panahan, kedua berlari di atas bambu yang ditidur-tidurkan di atas tanah garapan yang masih becek, dan  berkuda dengan membawa air menggunakan daun pisang mengelilingi istana. Ketiganya dilakukan melawan Puteri Ajeng. Sayembara ini rutin diadakan 14 hari sekali. 

Disinilah patut kita mengungkap lagi tanya kita. Tanya tentang mitos tiada boleh terjadi pernikahan antara jawa dan sunda. Toh derajat hidup seorang berwatakan jawa dan sunda juga hampir mirip. Ada prinsip dari jawa nan sunda mengatakan "makan tak makan ngumpul".

Barankali mitos yang akan menjadi perjodohan Retno Ajeng?

Bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

newer post older post